Showing posts with label Wanita. Show all posts
Showing posts with label Wanita. Show all posts

Sunday, November 26, 2017

7 Tanda Hubungan Yang Baik Dengan Pasangan

Setiap orang pasti menginginkan hubungan yang ideal dengan pasangan. Tak sedikit orang yang membandingkan hubungan mereka dengan hubungan orang lain. Ya, seperti kata pepatah, rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. Dan pertanyaan yang sering muncul dibenak adalah apakah hubungan yang sedang Anda jalani adalah hubungan yang sehat dan membuat Anda bahagia?
Sebenarnya ada beberapa hal yang menjadi standar untuk hubungan yang baik dan bahagia. Dan berikut adalah beberapa tanda bahwa Anda memiliki hubungan yang bahagia dan sehat.
Hubungan Ideal
Sumber: https://www.authorlove.com

1. Anda Bisa Mengkomunikasikan Pemikiran
Hubungan yang sehat adalah tentang komunikasi, termasuk kebebasan kita mengkomunikasikan apa yang ada didalam pikiran kita. Anda tidak akan merasa takut untuk menyakiti pasangan dengan membedakan mana opini dan mana kenyataan. Sama seperti halnya dengan pasangan, ia juga tidak takut mengutarakan isi pikirannya kepada Anda. Intinya, dalam hubungan yang sehat dan bahagia, komunikasi dua arah sangat diperlukan.

Saturday, April 29, 2017

Cara Mengatasi Nyeri Haid

Bagi wanita mana pun yang telah mencapai pubertas, menstruasi menjadi bagian rutin dari kehidupan. Tergantung dengan berbagai faktor, menstruasi bisa saja berlangsung dari tiga hingga tujuh hari. Menstruasi adalah proses tubuh meluruhkan lapisan rahim. Darah menstruasi mengalir dari rahim melalui lubang kecil di leher rahim dan meninggalkan tubuh melalui vagina. Hal ini terjadi setiap bulan saat seorang wanita tidak hamil. Memiliki siklus menstruasi yang teratur merupakan pertanda bahwa bagian penting dari sistem reproduksi wanita bekerja normal.

Selama menstruasi, bagaimanapun, wanita harus menghadapi rasa sakit, dan ketidaknyamanan yang menyertainya. Tapi, dengan hanya beberapa perubahan gaya hidup sederhana dan pengobatan di rumah, Anda dapat mengurangi masalah periode yang umum ini.

nyeri haid, mengatasi nyeri haid, mengatasi kram perut, mengatasi menstruasi, menstruasi sakit, disminorea, disminor, kram perut, datang bulan sakit, mengatasi datang bulan
via alodokter
Catatan: Jika Anda mengalami perdarahan yang lebih berat dari biasanya atau menstruasi yang berlangsung lebih lama dari pada yang normal bagi Anda, Anda harus menemui dokter. Kadang-kadang ini bisa menjadi gejala masalah kesehatan yang memerlukan perawatan medis.

Thursday, December 29, 2016

7 Hal Yang Tidak Boleh Anda Serahkan Kepada Pasangan

relationship, pacar, hubungan, tips pacaran, tips menjaga hubungan, tips berpacaran

1.Diri Sendiri

Jangan pernah mengubah diri untuk orang lain; orang yang baik tidak akan pernah ingin merubah Anda, karena mereka benar-benar menyukai diri Anda yang asli, tanpa Anda harus mengubah diri Anda. Memang, semua hubungan memerlukan kompromi kecil, seperti mungkin ketika makan di restoran, pasangan Anda ingin mencoba tempat makan yang Anda tidak sukai, tapi Anda tidak harus mengubah kepribadian Anda atau keyakinan untuk orang lain. Jadilah diri sendiri dan jika pasangan Anda tidak dapat menerima Anda, Anda harus pergi untuk seseorang mau menerima Anda apa adanya. 

2. Kebebasan

Jika Anda terus-menerus harus ijin dengan pasangan Anda, atau merasa bersalah pergi ke suatu tempat dengan teman-teman atau keluarga, ini menunjukkan bahwa Anda sangat kurang percaya diri. Perilaku posesif hampir selalu menunjukkan  ketidakamanan  internal yang ekstrim dan seringkali diakibatkan oleh luka dihati yang masih belum sembuh, seperti ditinggalkan atau diabaikan orang tua. Meskipun orang ini layak mendapatkan cinta dan kebaikan, Anda harus memutuskan hubungan dengan orang tersebut untuk memungkinkan mereka menyembuhkan diri sendiri. Mengendalikan perilaku orang lain menunjukkan bahwa orang tersebut tidak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, dan ini memerlukan perbaikan sebelum ia melakukan  hubungan jangka panjang.

Fakta dan Sejarah Lipstick

Sejak awal zaman prasejarah, manusia selalu memiliki kebutuhan untuk membedakan diri antara lain. Pakaian, sepatu, alat-alat, perhiasan dan kosmetik merupakan cara  pertama yang berhasil dilakukan untuk melakukan perbedaan tersebut. Tetapi lipstik di wajah adalah salah satu cara paling nyata dan mencolok untuk mengubah penampilan kita. Para pemburu mewarnai kulit mereka untuk lebih berbaur dengan lingkungan mereka, seorang pendeta dan asistennya menghiasi diri untuk menghormati Tuhan dan keyakinan mereka, dan orang-orang muda menggunakan segala cara untuk membuat mereka lebih cantik dan rapi dengan lawan jenis.

Sejarah lipstick, lipstick, asal mula lipstick, fakta lipstick

Namun di jaman prasejarah, lipstik lama dibuat hanya dari sumber-sumber alam yang tersedia yakni buah dan tanaman jus. Sebagai peradaban awal mulai muncul di Timur Tengah, Afrika Utara dan India, proses manufaktur maju dididirakn umat manusia untuk mulai memproduksi jenis baru dari lipstik. Yang pertama melakukannya adalah perempuan Mesopotamia, yakni dengan membuat gilingan permata yang berharga dan menghias bibir mereka dengan butiran debu hasil gilingan permata tersebut. Perempuan dari Peradaban Lembah Indus teratur menggunakan lipstik, dimana terdapat banyak kemajuan pembuatan lipstick di Mesir.

Monday, December 19, 2016

Posisi Tidur Ibu Hamil 5 Bulan


Seiring bertambahnya waktu kehamilan seorang Ibu, perut Ibu semakin bertambah besar sehingga menimbulkan berbagai macam keluhan, dimana salah satunya menentukan posisi tidur yang paling nyaman. Khususnya pada posisi tidur Ibu hamil 5 bulan keatas, selain karena bertambah berat sekaligus perut tambah membesar yang mengakibatkan rasa pegal-pegal, mudah lelah, dan kaki mulai membengkak, posisi tidur ikut mempengaruhi kualitas kenyamanan seorang Ibu hamil.

Hasil gambar untuk posisi tidur ibu hamil

Posisi tidur Ibu hamil 5 bulan keatas yang dianjurkan antara lain yaitu;
  • Telentang Dengan Kaki Ditekuk
Banyak yang mengatakan bahwa tidur telentang tidak baik untuk posisi tidur ibu hamil 5 bulan keatas, karena dapat mengganggu pernapasan Ibu serta membuat punggung Ibu akan terasa lebih pegal karena menopang janin dengan posisi telentang. Telentang juga dapat mengganggu perkembangan janin karena terhambatnya oksigen dan aliran darah yang harus diterima oleh janin. Dan telentang sangat tidak dianjurkan khususnya pada trimester terakhir masa kehamilan.
Namun jika ingin tidur telentang, sebaiknya kaki ditekuk keatas agar perut tidak sakit dan sesak, serta tidak dalam waktu yang lama saat mencoba posisi ini. Jika cara ini masih kurang nyaman, maka ada lagi posisi tidur ibu hamil 5 bulan dengan cara miring ke kiri.

Karya Desainer Ini Cocok Dicoba Untuk Muslimah


  1. Dian Pelangi
Gambar terkait
Via dianpelangi.net
Seperti namanya, desainer ini membuat desain layaknya pelangi. Banyak dari karyanya yang memiliki banyak warna. Tak tanggung-tanggung, karyanya meliputi hijab, busana pengantin, sampai pakaian renang untuk para muslimah. Bagi para pecinta fashion, khususnya untuk para muslimah, memiliki koleksi dari karya Dian Pelangi pastinya bukan hal yang merugikan, karena Dian Pelangi juga telah banyak mendesain model gamis, kebaya, sampai batik yang cocok untuk dibawa ke acara formal.

Sunday, December 18, 2016

Ingin Segera Menikah? Wanita Hindari 6 Ketakutan Ini

Banyak wanita diluar sana yang harap-harap cemas menanti sang calon mempelai. Mereka bertanya-tanya, untuk sebagian wanita yang dirasa masyarakat ‘sudah seharusnya umur segitu menikah’, mengapa mereka masih belum menikah? Ada yang salah denganku? Atau ada yang salah dengan setiap pria yang ingin menikahiku? 

via i.huffpost.com
Sejatinya, menikah itu untuk orang yang mau, terlepas dari apakah ia jomblo atau telah memiliki pacar sekian tahun. Asal modalnya niat dan mau, maka alam mendukungmu. Setelah kemauan itu ada, orang-orang terdekatmu bisa merekomendasikan seseorang untukmu, yang cocok dan senada denganmu. Tapi untuk menjadi mau, ada hal-hal yang harus disingkirkan dulu, apa itu?
  1. Takut Suami Nanti

Musuhmu adalah dirimu sendiri. Pikiranmu membentuk perilakumu. Kalau belum memulai saja sudah takut, maka tak akan pernah ada langkah kedua apalagi sampai ke tujuan yang kita cari. Tujuan menikah adalah untuk mencapai berkah dan ridho Tuhan, dimana jika dijalani berdua akan jauh lebih mudah.
Sayangnya, banyak pikiran-pikiran yang ditimbun dari banyak cerita teman, dari media, sampai bahkan dari tetangga, bahwa suami bisa jadi akan begini dan begini. Kalau rumah tangga sedang mengalami kesulitan ekonomi, maka suami begini. Kalau rumah tangga sedang mengalami peningkatan ekonomi, maka suami begini. Begini dalam artian banyak hal, seperti memukul, suka marah, selingkuh, atau sebagainya.
Ketakutan-ketakutan yang ada dalam pikiran milik sendiri. Dan akan lebih menakutkan kalau pikiran ketakutan itu akan dibuat nyata oleh pemiliknya.
Sejatinya orang yang baik akan bertemu orang yang baik. Ketakutan pada suami menjadi momok tersendiri karena pada dasarnya ia tak yakin pada diri sendiri. Tak yakin kalau dirinya baik, sehingga pantas untuk diselingkuhi? Dimarahi? Dipukuli?
Yakin dan percaya, mengubah diri sendiri dengan pemikiran bahwa siapapun pantas menikah. Untuk mendapatkan orang baik maka harus memperbaiki diri. Tak perlu terbelenggu dengan pikiran sendiri, jadi bebaskan pikiranmu, kita, dan semua.

  1. Takut Mertua atau Keluarga Suami Nanti

Senjata yang selalu ampuh, dimanapun senjata itu diterapkan, ia adalah cinta. Kalau sudah dapat mencintai suami, maka kita perlu belajar pula mencintai orangtua dan keluarganya. Bagaimanapun suami adalah bagian dari mereka sebelum atau setelah menikah. Harusnya tak perlu ada yang berubah, karena kedatangan menantu adalah menambah keluarga baru. Tak perlu takut untuk dibenci, karena kita telah menyiapkan amunisi yaitu cinta dan mencintai. 

  1. Takut Punya Anak

Mungkin setiap wanita pernah membayangkan beratnya hamil. Sembilan bulan sepuluh hari yang dilaluinya dari hari ke hari semakin sulit dan sulit. Tidur sulit. Makan tak boleh sembarangan. Belum lagi emosional yang datang saat hamil. Sebagian wanita kemudian terserang baby blues setelah melahirkan. Stres yang menimbulkan banyak ketakutan hingga orang yang tak paham dengan sindrom ini akan mengatainya gila.
Satu yang terlewati, yaitu kesakitan saat mencoba mengeluarkan sang bayi. Tantangan untuk setiap wanita hamil. Dan ini diapresiasi oleh Tuhan, jika saat wanita meninggal dunia saat melahirkan, maka ia mati syahid, dilihat dari perspektif islam.
Kesakitan itu yang membuat sebagian wanita merinding membayangkannya. Belum lagi setelah melahirkan, lemak dimana-mana. Kehilangan tubuh ideal adalah resiko. Begitupun dengan mulai sibuknya seorang Ibu yang merawat anak, hingga ia lupa berdandan. Lalu diam-diam wanita yang menjadi Ibu ini menumbuhkan ketakutan pertama, takut suami melarikan diri dengan wanita lain. Pada saat seperti ini, dibutuhkan peran suami yang pengertian.
Tapi apakah anak itu menakutkan? Kadang gambaran seorang anak itu malah terlupakan. Padahal, ia adalah obat ketakutan itu sendiri. Anak adalah tujuannya. Kesakitan saat hamil dan melahirkan adalah apa yang harus dibayar. 
via graciousstyle.com
  1. Takut Gagal Jadi Orangtua

Coba pikirkan sekali lagi kenapa takut gagal? Apakah kita menyadari kurang cerdasnya kita atau kurang baiknya kita? Atau mungkin takut menyerahkan anak pada zaman yang antah berantah ini? Takut sekalipun kita sudah baik secara fisik, mental, dan intelektual, bisa saja kalah dengan situasi kondisi diluar sana?
Yang penting adalah pendidikan awalnya. Kalau ia sudah cukup kuat untuk membentuk karakternya sendiri, maka ia akan baik-baik saja diluar sana sejak kita melepasnya saat dewasa.
Lakukan sebaik mungkin, perkaya diri dengan segala macam kecerdasan. Cerdas akademik maupun spiritual. Kalau sudah mantap, menikah bukan lagi hal yang menakutkan. Buah tak akan menggelinding jauh dari pohonnya, kecuali kalau pohonnya tumbuh diatas jurang. Jurang bisa berarti apa saja, bisa saja kita terlalu sibuk meniti karier sampai lupa bagaimana caranya mendidik anak dengan benar. Sampai kemudian ia memilih jalan yang salah, lalu kita pun menyalahkan diri sendiri.

  1. Takut Masa Depan Bersama

Bagaimana kalau suami tak akan pernah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari? Bagaimana kalau aku hamil, siapa yang akan membantu mencari kebutuhan sehari-hari? Bagaimana kalau kami punya dua atau tiga anak?
Sampai-sampai ada sebuah Ayat Alqur’an untuk menyuruh kita agar jangan membunuh anak, karena yang menanggung anak-anak kita adalah Tuhan. Sampai-sampai ada jaminan, bahwa kalau menikah, rezeki bisa mengalir dengan mudah. Apa saking takutnya kita?
Pikirkanlah bahwa jika dilalui berdua akan lebih mudah. Justru kalau terus menjomblo, sendirian, akan lebih sulit mencari penghidupan. Dengan cinta, doa, keyakinan, semangat, dan usaha, pasti apapun dapat dilalui. Merintis penghidupan berdua akan menumpuk sederet kenangan dikemudian hari. Dan didunia ini tak ada hal yang sia-sia, bahkan jika itu terletak pada hal terburuk sekalipun.

  1. Takut Trauma

Banyak orang takut menikah karena dalam pikirannya telah tergambar bahwa setiap laki-laki itu sama. Untuk wanita yang pernah mendapatkan pelecehan seksual, bisa jadi ia akan terus membenci hal-hal yang berbau seks. Wanita yang dulu pernah mendapatkan kekerasan fisik, ia membayangkan suaminya mungkin akan menampar atau menjambaknya. Wanita yang dulu pernah diselingkuhi, maka ia akan mendoktrin bahwa setiap laki-laki memang tak pernah cukup memiliki satu pendamping.
Belum lagi kasus perceraian yang mungkin menimpa orangtua mereka. Kasus demi kasus yang membuat mereka semakin menutup diri dan lebih memilih melajang. Meski ada keinginan untuk menikah, tapi mereka terlalu takut.
Untuk hal ini, kalau sudah tak dapat diatasi dengan cinta dan keyakinan terhadap laki-laki, wanita perlu membawanya ke psikolog. Atau jika sudah terlanjur membuat komitmen tak akan menikah selamanya, pikirkan sekali lagi, bisa jadi darimu datang seorang anak yang bisa berbakti untuk orangtua, agama, dan negeri. Diluar sana, pasti juga ada laki-laki yang telah digariskan Tuhan untukmu, yang masih menanti traumamu terobati.  -Rdn-